Disnakertrans Garut Siapkan Bursa Kerja Online: Peluang dan Tantangan bagi Pencari Kerja
Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyiapkan bursa kerja berbasis daring sebagai langkah untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di wilayahnya. Sistem ini dinilai lebih efektif dibandingkan dengan metode tradisional yang selama ini dilakukan secara tatap muka.
"Untuk tahun sekarang mungkin job fair-nya itu akan diarahkan ke sistem online menggunakan aplikasi," kata Kepala Disnakertrans Kabupaten Garut, Muksin, kepada wartawan di Garut, Rabu (https://jabar.antaranews.com/amp/berita/646156/disnakertrans-garut-menyiapkan-bursa-kerja-dengan-sistem-daring" target="_blank" rel="noopener">Antara Jabar).
Muksin menuturkan bahwa Disnakertrans Garut terus berupaya membuka peluang kerja, baik formal maupun informal, sebagai strategi mengurangi angka pengangguran di daerah. Dengan adanya sistem daring, masyarakat pencari kerja tidak lagi harus datang langsung, berdesakan, atau berkerumun. Cukup menggunakan ponsel pintar, mereka bisa mengakses informasi lowongan pekerjaan yang tersedia.
Aplikasi Siap Kerja dan Garut Hebat
Pada sistem ini, Disnakertrans Garut mengandalkan dua aplikasi utama, yakni Siap Kerja dan Garut Hebat. Di dalam kedua aplikasi tersebut sudah tercantum berbagai macam lowongan kerja dari perusahaan lokal hingga nasional. Para pencari kerja cukup membuat akun, mengunggah dokumen yang dibutuhkan, lalu mengajukan lamaran secara langsung melalui aplikasi.
Muksin menambahkan bahwa aplikasi ini juga terintegrasi dengan data masyarakat yang membuat kartu AK1 atau kartu kuning, yaitu dokumen resmi yang membuktikan seseorang sedang mencari pekerjaan. Dengan demikian, proses rekrutmen menjadi lebih transparan, efisien, dan mudah dilacak.
Kemudahan untuk Pencari Kerja
Selama ini, banyak masyarakat Garut yang kesulitan mendapatkan akses informasi lowongan kerja. Dengan hadirnya aplikasi bursa kerja online, hambatan tersebut diharapkan bisa berkurang. Pencari kerja tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke kantor Disnakertrans hanya untuk menanyakan informasi. Cukup membuka aplikasi, mereka bisa melihat ratusan lowongan sekaligus dan memilih sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki.
Sistem ini juga dianggap lebih relevan di era digital. Selain menghemat biaya dan waktu, pencari kerja bisa menyesuaikan lamaran dengan kebutuhan perusahaan secara cepat. Perusahaan pun mendapat keuntungan karena proses rekrutmen menjadi lebih tertata dan terfokus.
Peluang dan Tantangan
Kebijakan pemerintah daerah ini tentu menjadi angin segar bagi para pencari kerja. Namun, kemudahan akses informasi bukan berarti semua orang akan langsung mendapatkan pekerjaan. Tantangan besar tetap ada, yaitu persaingan yang semakin ketat, baik antar pencari kerja lokal maupun dengan tenaga kerja dari luar daerah, bahkan luar negeri.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak perusahaan lokal di Indonesia harus bersaing dengan produk-produk impor yang dinilai lebih kompetitif. Kondisi ini berdampak pada keberlanjutan perusahaan lokal. Beberapa perusahaan bahkan cenderung menahan diri dalam merekrut karyawan baru karena khawatir dengan stabilitas bisnis mereka. Mereka akan sangat selektif dalam memilih kandidat, tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga pengalaman, keterampilan, dan potensi untuk membantu perusahaan berkembang.
Pentingnya Peningkatan Keterampilan
Di sinilah pentingnya peningkatan keterampilan atau skill upgrading. Ijazah saja tidak lagi cukup untuk menarik perhatian perusahaan. Para pencari kerja harus bisa menunjukkan kompetensi tambahan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, seperti kemampuan digital, komunikasi, manajemen proyek, hingga bahasa asing. Semakin beragam keterampilan yang dimiliki, semakin besar peluang untuk dilirik oleh perusahaan.
Banyak kasus menunjukkan bahwa dua pelamar dengan ijazah yang sama bisa mendapat hasil berbeda saat melamar kerja. Perusahaan cenderung memilih pelamar dengan pengalaman nyata atau keterampilan tambahan yang bisa langsung memberi kontribusi. Bahkan, ada kalanya perusahaan menerima pelamar bukan semata karena ijazah atau nilai akademis, tetapi karena rekomendasi, jaringan, atau keberuntungan tertentu yang membuat kandidat menonjol di antara ratusan lainnya.
Strategi Menghadapi Persaingan
Agar bisa bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif, pencari kerja harus menerapkan beberapa strategi:
- Upgrade keterampilan secara berkelanjutan – Ikuti pelatihan, kursus daring, atau sertifikasi yang relevan dengan bidang yang diminati.
- Bangun portofolio – Tunjukkan hasil karya atau pengalaman yang bisa menjadi bukti nyata kemampuan.
- Perluas jaringan – Relasi atau koneksi bisa menjadi jalan masuk ke perusahaan yang lebih maju.
- Fleksibel terhadap peluang – Jangan hanya terpaku pada satu jenis pekerjaan. Cobalah eksplorasi bidang baru yang sedang berkembang.
- Tingkatkan soft skill – Keterampilan komunikasi, kerja tim, dan kepemimpinan sangat dicari oleh perusahaan.
Refleksi untuk Generasi Muda
Kebijakan bursa kerja online ini bisa menjadi titik awal perubahan pola pikir generasi muda. Mereka harus menyadari bahwa dunia kerja tidak hanya soal mendapatkan penghasilan, tetapi juga soal kontribusi nyata terhadap perkembangan perusahaan dan persaingan industri nasional. Perusahaan akan lebih menghargai karyawan yang mampu memberi solusi, inovasi, dan nilai tambah daripada mereka yang hanya bekerja sekadar formalitas.
Pemerintah telah berupaya memberikan fasilitas terbaik dengan sistem digital. Sekarang, tanggung jawab ada pada masyarakat, khususnya para pencari kerja, untuk memanfaatkan fasilitas tersebut sebaik mungkin. Jangan hanya menunggu kesempatan datang, tetapi aktiflah mencari, belajar, dan mengembangkan diri.
Kesimpulan
Program bursa kerja online yang digagas Disnakertrans Garut adalah langkah maju dalam pelayanan publik di era digital. Dengan sistem ini, pencari kerja bisa lebih mudah mengakses lowongan, sementara perusahaan dapat lebih efisien dalam rekrutmen. Namun, persaingan yang ketat dan tantangan daya saing perusahaan lokal tetap menjadi kenyataan yang harus dihadapi.
Pencari kerja dituntut untuk terus meng-upgrade keterampilan, membangun jaringan, dan beradaptasi dengan perkembangan industri. Ijazah hanyalah modal awal, tetapi keterampilan, pengalaman, dan keberanian berinovasi adalah kunci utama. Dengan memanfaatkan teknologi dan fasilitas pemerintah, generasi muda diharapkan bisa menemukan peluang kerja yang lebih baik sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.