Dari 5 Ekor Menuju 200: Kisah Alumni UGM Bangun Prabu Farm, Peternakan Kambing Modern Tanpa Bau
Mengubah Stigma: Peternakan Bersih, Modern, dan Menginspirasi
Kisah ini adalah panggilan nyata bagi anak muda dan siapa pun yang ingin berwirausaha di sektor pertanian. **Prabu Farm Sleman** adalah bukti bahwa peternakan, khususnya kambing dan domba, tidak lagi identik dengan lingkungan kotor, bau, dan tradisional. Berawal dari lima ekor, peternakan ini kini menaungi lebih dari 200 ekor ternak unggulan, dikelola dengan sistem yang higienis, terstruktur, dan didukung teknologi.
Sosok di balik revolusi ini adalah **Rahmat Bintang Ramadan**, seorang alumni Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM). Rahmat menggabungkan ilmu akademik dengan pengalaman praktik, menciptakan sebuah model agribisnis yang layak dicontoh. Filosofi utamanya adalah **“Kembali ke Alam”**, yang diwujudkan melalui **konsep kandang umbaran**—memungkinkan ternak bergerak bebas, mendapatkan sinar matahari optimal, dan mengurangi stres—sehingga kesehatan dan produktivitas mereka meningkat drastis. Kandang dibuat estetik, nyaman, dan yang terpenting, minim bau. Ini adalah kunci untuk menarik perhatian masyarakat dan mengubah persepsi negatif tentang dunia beternak.
Prabu Farm fokus pada tiga segmen utama: **Kambing Perah** (ras Sanen, Sapera, dan Alpine), **Kambing Kontes** (Peranakan Etawa atau PE), serta **Domba Seni** lokal. Diversifikasi ini memastikan peternakan memiliki sumber pendapatan yang stabil, tidak hanya dari susu, tetapi juga dari penjualan bibit unggul dan komoditas daging. Saat ini, dari populasi sekitar 200 ekor, kambing perah mereka mampu memproduksi hampir 30 liter susu berkualitas tinggi setiap hari, yang bahkan disalurkan untuk program pemerintah dan industri pengolahan keju.
Saksikan Kisah Sukses Prabu Farm di Kanal OASIS
Untuk melihat langsung bagaimana alumni UGM, Rahmat Bintang Ramadan, berhasil membangun peternakan kambing dan domba yang bersih, mewah, dan modern ini, Anda bisa menyaksikan liputan lengkapnya di kanal **OASIS**. Video berjudul **"ALUMNI UGM TERNAK 5 EKOR JADI 200 KAMBING DAN DOMBA DI KANDANG BERSIH MEWAH & MODERN | CERITA USAHA"** ini memberikan inspirasi visual tentang sistem kandang umbaran, manajemen pakan, hingga teknologi pemerahan yang mereka terapkan.
Tonton video selengkapnya di sini: [ALUMNI UGM TERNAK 5 EKOR JADI 200 KAMBING DAN DOMBA DI KANDANG BERSIH MEWAH & MODERN | CERITA USAHA](http://www.youtube.com/watch?v=AvEYfGtVyBM)
Kunci Sukses: Manajemen Pakan dan Higienitas Berbasis Ilmu
Rahasia utama di balik kualitas ternak dan kebersihan Prabu Farm terletak pada manajemen yang sangat detail. Rahmat dan timnya menerapkan kontrol ketat pada **manajemen pakan seimbang**, yang merupakan kombinasi cermat antara konsentrat, hijauan segar, dan suplemen mineral. Pakan yang tepat tidak hanya memaksimalkan produksi susu dan pertumbuhan, tetapi juga memengaruhi kualitas kotoran, yang menjadi faktor penting dalam menekan bau tak sedap.
Di sisi produksi, Prabu Farm menggunakan **mesin perah modern**. Penggunaan teknologi ini sangat vital. Pertama, menjamin proses pemerahan **higienis** karena kontak tangan diminimalisir. Kedua, memastikan efisiensi waktu dan tenaga. Inilah bukti bahwa peternakan modern tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara manual jika ingin mencapai kualitas standar industri dan membangun kepercayaan konsumen. Dengan kebersihan kandang dan proses pemerahan yang terjamin, bahkan orang yang awalnya tidak suka susu kambing pun berani mencoba produk olahan Prabu Farm.
Dari Hulu ke Hilir: Menciptakan Nilai Tambah Ekonomi
Model bisnis Prabu Farm tidak berhenti di gerbang kandang. Mereka adalah contoh sempurna agribisnis yang menguasai rantai nilai dari hulu (produksi ternak) hingga hilir (pengolahan produk). Mereka tidak hanya menjual susu segar, tetapi juga mengolahnya menjadi produk bernilai jual tinggi, seperti **yogurt**, **susu pasteurisasi**, *mini cake*, bahkan **bakpia khas Jogja** berbahan dasar susu kambing. Strategi ini sangat cerdas, karena produk olahan memiliki masa simpan lebih lama, menjangkau pasar yang lebih luas, dan meningkatkan profit margin secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa seorang peternak harus juga memiliki jiwa inovator dan pengusaha.
Peternakan Berhati Sosial: Membangun Komunitas dan Pemberdayaan
Salah satu aspek paling menginspirasi dari Prabu Farm adalah **misi sosialnya**. Rahmat Bintang Ramadan berpandangan bahwa usaha tidak boleh hanya mengejar profit, tetapi harus memberikan dampak positif. Prabu Farm secara aktif membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, dan yang lebih mulia, mereka memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang ingin bertobat, seperti **mantan pecandu judi *online* dan narkoba**. Mereka direkrut, diberdayakan, dan diberikan pembinaan, termasuk pengajian rutin, yang membantu pemulihan mental dan spiritual. Prabu Farm membuktikan, beternak bisa menjadi sarana rehabilitasi, menciptakan pribadi yang produktif, dan mengembalikan harapan.
Pesan untuk Pemula: Mulai Kecil, Belajar Terus!
Bagi Anda yang terinspirasi dan ingin memulai usaha peternakan, Prabu Farm memberikan panduan yang sangat membumi: **mulailah dari kecil**. Jangan tergiur langsung membeli puluhan atau ratusan ekor tanpa pengalaman yang memadai. Cukup mulai dengan 1-2 ekor, pelajari teknik beternak yang benar, pelajari manajemen kesehatan dan pakan, lalu kembangkan skala secara bertahap. Peternakan modern adalah perpaduan antara ilmu pengetahuan, praktik yang konsisten, dan komitmen pada kualitas.
Prabu Farm kini menjadi **pusat edukasi peternakan** yang terbuka untuk pelatihan dan kemitraan, menawarkan model bisnis yang berkelanjutan, menguntungkan, dan membawa kesejahteraan. Ini adalah panggilan bagi Anda untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi **pencipta lapangan kerja** di sektor agribisnis yang memiliki potensi tak terbatas. Dengan ketekunan, ilmu, dan inovasi, kisah dari 5 ekor menjadi 200 ekor ini sangat mungkin Anda ulang!